Terjemah Nadhom Maqsud Fasal Fi’il Ruba’i Mujarrad dan Mulhaq

Terjemah Nadzom Maqsud

PEDIANUSANTARA.comNadhom Maqsud merupakan salah satu karya sastra yang mempelajari tata bahasa Arab. Salah satu fasal yang penting dalam nadhom ini adalah Fi’il Ruba’i Mujarrad dan Mulhaq. Dalam artikel blog ini, kita akan memberikan terjemah Nadhom Maqsud Fasal Fi’il Ruba’i Mujarrad dan Mulhaq beserta contoh-contohnya.

فَصْلٌ فِي أَبْوَابِ الْفِعْلِ الرُّبَاعِي الْمُجَرَّدِ وَالْمُلْحَقِ بِهِ
(Fasal Fi’il Ruba’i Mujarrad dan Mulhaq)

Bacaan Lainnya

ثُمَّ الرُّبَاعِيُ بِبَابٍ وَاحِدِ ** وَالْحِقْ بِهِ سِتًّا بِغَيْرِ زَائِدِ
فَوْعَلَ فَعْوَلَ كَذَاكَ فَيْعَلاَ ** فَعْيَلَ فَعْلىَ وَكَذَاكَ فَعْلَلَ
Terjemah:
Adapun fi’il ruba’I mujarrad babnya hanya ada satu, dan mulhaqkanlah enam bab padanya tanpa lebih, yaitu mengikuti wazan فَعْلَلَ ,فَعْلىَ ,فَعْيَلَ ,فَيْعَلَ ,فَعْوَلَ,فَوْعَلَ.

Penjelasan Syarah:
Fi’il ruba’i mujarrad adalah setiap kata kerja yang terdiri dari 4 huruf asli tanpa huruf tambahan (ziyadah). Fi’il ruba’i mujarrod hanya memiliki satu bab, yakni ikut wazan فَعْلَلَ. Kenapa hanya memiliki satu bab? karena fi’il ruba’i mujarrod itu terlalu berat, dikarenakan oleh hurufnya yang banyak, maka orang arab tidak mentasrif seperti tashrifannya fi’il tsulatsi mujarrod. Kenapa hanya diharakati fathah (فَعْلَلَ)? karena harakat fathah merupakan harokat yang paling ringan, dan untuk mengimbangi beratnya fi’il ruba’i.

Baca Juga: Pengertian Ilmu Nahwu Secara Bahasa dan Istilah

Fi’il ruba’i mujarrod ada yang muta’addi (membutuhkan obyek) dan ada pula yang lazim (tidak membutuhkan obyek).

Contoh Yang Muta’addiContoh Yang Lazim
دَحْرَجَ زَيْدٌ الْحَجَرَ
(Zaid menggelincirkan batu)
بَسْمَلَ زَيْدٌ
(Zaid mengucapkan basmillah)

Sedangkan fi’il ruba’i mulhaq adalah kalimat fi’il yang terdiri dari empat huruf, yang tiga berupa huruf asal dan yang satu lagi berupa huruf tambahan sebagai ilhaq. Fi’il ruba’i mulhaq memiliki 6 bab, yaitu mengikuti wazan-wazan dibawah ini:

NoWazanContoh
1. فَوْعَلَحَوْقَلَ (tak kuat bersetubuh)
2.فَعْوَلَجَهْوَرَ (mengeraskan suara)
3.فَيْعَلَبَيْطَرَ (membelah)
4.فَعْيَلَعَثْيَرَ (jatuh)
5.فَعْلىَسَلْقَى (mendidih)
6.فَعْلَلَجَلْبَبَ (menginpor)

Pembagian fi’il ruba’i

Fi’il ruba’i dibagi menjadi 3 (tiga):

  1. Fi’il ruba’i mujarrod ialah kalimat fi’il yang terdiri dari empat huruf yang asli semua, seperti فَعْلَلَ.
  2. Fi’il ruba’i mulhaq ialah fi’il tsulatsi mojarrod (tiga huruf) yang ditambah satu huruf dengan tujuan supaya tasrifnya sama, seperti بَيْطَرَ.
  3. Fi’il ruba’i mazid ialah ruba’i mujarrod (4 huruf) yang ditambah satu huruf atau dua huruf dengan tujuan menambah ma’na (arti), seperti تَجَلْبَبَ.
Keterangan Penting: “Dalam kitab Mizanul Adab, sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa fi’il ruba’i mulhaq memiliki tujuh bab dengan menambah wazan فَعْنَلَ – يُفَعْنِلُ dan ada juga yang mengatakan ada delapan bab dengan menambah wazan فَعْفَلَ – يُفَعْفِلُ. Namun, yang telah disepakati itu hanya ada 6 bab.”

Demikianlah, uraian tentang terjemah Nadhom Maqsud fasal fi’il ruba’i mujarrad dan mulhaq. Semoga bermanfaat!

Pos terkait