Terjemah Nadhom Maqsud Fasal Fi’il Tsulasi Mazid

Terjemah dan Penjelasan Syarah Nadzom Maqsud
Fi'il tsulasi mazid adalah kata kerja yang huruf asalnya terdiri dari tiga huruf, lalu ditambah satu, dua atau tiga huruf.

PEDIANUSANTARA.comBahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang kaya akan kosa kata. Salah satu aspek penting dari tata bahasa Arab adalah kata kerja (kalimat fi’il). Kata kerja dalam bahasa Arab sangatlah bervariasi dan memiliki makna tertentu. Salah satu karya terkenal yang membahas bentuk-bentuk kata kerja dalam bahasa Arab adalah nadhom maqsud. Dalam artikel ini, kita akan membahas terjemah nadhom maqsud fasal fi’il tsulasi mazid beserta penjelasan syarahnya.

Bacaan Lainnya

فَصْلٌ فِي أَبْوَابِ الثُّلاَثِي الْمَزِيْدِ
(Bab Fi’il Tsulasi Mazid)

وَهْيَ لِأَقْسَامٍ ثَلاَثٍ تَجْرِي(9)زَيْدُ الثُّلاَثِي أَرْبَعٌ مَعْ عَشْرِ
Terjemah:
Fi’il tsulasi mazid terdiri dari 14 bab, yang kemudian dibagi menjadi 3 bagian yang akan dijelaskan pada bait berikutnya.

Penjelasan Syarah:
Fi’il tsulasi mazid adalah kata kerja yang huruf asalnya terdiri dari tiga huruf, lalu ditambah satu, dua atau tiga huruf. Adapun fi’il tsulasi mazid memiliki 14 bab dan ke 14 bab ini di bagi lagi menjadi 3 bagian:

  1. Fi’il tsulasi mazid ruba’i, yaitu apabila mendapat tambahan satu huruf. Dan fi’il tsulasi mazid ini memiliki 3 bab yakni setiap kalimat fi’il yang itu wazan فَعَّلَ ,أَفْعَلَ ,فَاعَلَ.
  2. Fi’il tsulasi mazid khumasi, yaitu apabila mendapat tambahan dua huruf. Dan fi’il tsulasi mazid khumasi ini memiliki 5 bab yakni setiap kalimat fi’il yang itu wazan إِنْفَعَلَ ,إِفْتَعَلَ ,إِفْعَلَّ ,تَفَعَّلَ ,تَفَاعَلَ.
  3. Fi’il tsulasi mazid tsudasi, yaitu apabila mendapat tambahan tiga huruf. Dan fi’il tsulasi mazid tsudasi ini memiliki 6 bab yakni setiap kalimat fi’il yang itu wazan إِسْتَفْعَلَ إِفْعَوْعَلَ ,إِفْعَوَّلَ ,إِفْعَنْلَى إِفْعَنْلَلَ ,إِفْعَالَّ.
وَفَعَّلَ وَفَاعَلَ كَخَاصَمَ(10)أَوَّلُهَا الرُّبَاعِي مِثْلُ أَكْرَمَ
Terjemah:
Adapun bagian pertama dari fi’il ruba’i (fi’il tsulasi mazid ruba’i) adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan أَفْعَلَ (bab satu) seperti أَكْرَمَ (memuliakan), atau ikut wazan فَعَّلَ (bab dua) seperti نَظَّمَ (mengatur), dan ikut wazan فَاعَلَ (bab tiga) seperti lafadz وَافَقَ (menyetujui).

Penjelasan Syarah:
Fi’il tsulasi (tiga huruf) apabila ditambah satu huruf maka disebut denga fi’il tsulasi madzid ruba’i atau fi’il rub’i. Dan fi’il yang tergolong pada bagian ini ada 3 bab ialah sebagai berikut:

1). Bab If’al (بَابُ الإِفِعَالْ)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan أَفْعَلَ dan memiliki berbagai macam faidah diantaranya ta’diyah (muta’addi). Seperti: كَرُمَ زَيْدٌ (zaid itu mulia) jika diikutkan wazan أَفْعَلَ maka menjadi أَكْرَمَ خَالِدٌ زَيْدًا (kholid memuliakan zaid).

Ket: Yang dimaksud berfaidah ta’diyah (muta’addi) disini ialah fi’il tersebut membutuhkan maf’ul bih (sasaran pekerjaan) seperti pada contoh diatas yang menjadi sasaran pekerjaan adalah Zaid.

2). Bab Taf’il (بَابُ التَّفْعِيلْ)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan فَعَّلَ dan memiliki faidah diantaranya untuk menujjukkan banyaknya suatu perbuatan yang dilakukan. Seperti: قَطَّعَ زَيْدٌ الحَبْلَ (zaid telah memotong-motong tali itu).

3). Bab Mufaa’alah (بَابُ الْمُفَاعَلَةْ)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan فَاعَلَ dan memiliki faidah diantaranya musyarokah bainal isnain (persekutuan yang dilakukan oleh dua orang).
Seperti: ضَارَبَ زَيْدٌ عَمْرًا (zaid bertengkar dengan ‘amr).

فَبَدْؤُهَا كَانْكَسَرَ وَالثَّانِي(11)وَاخْصُصْ خُمَاسِيًا بِذِ الْأَوْزَانِ
نَحْوُ تَعَلَّمَ وَزِدْ تَفَاعَلَ(12)إِفْتَعَلَ افْعَلَّ كَذَا تَفَعَّلاَ
Terjemah:
Dan khususkanlah untuk fi’il khumasi dengan wazan-wazan berikut ini: Pertama, bab infi’al (بَابُ الْإِنْفِعَال) seperti إِنْكَسَرَ. Kedua, bab ifti’al (بَابُ الِإفْتِعَالْ). Ketiga, bab if’ilal (بَابُ الْإِفْعِلاَل). Keempat, bab tafa’ul (بَابُ تَفَعُّل) seperti تَعَلَّمَ. Kelima, bab tafaa’ul (بَابُ التَّفَاعُل).

Penjelasan Syarah:
Fi’il tsulasi jika ditambah dua huruf maka disebut dengan fi’il tsulasi mazid khumasi (fi’il khumasi). Fi’il ini memiliki 5 bab ialah sebagai berikut:

1). Bab Infi’al (بَابُ الْإِنْفِعَال)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِنْفَعَلَ dan memiliki faidah diantaranya yakni muthowa’ahnya fi’il yang mengikuti wazan فَعَلَ. Seperti: كَسَرْتُ الزُّجَاجُ فَانْكَسَرَ (saya memecahkan kaca itu, maka ia menjadi pecah)

Ket: Yang dimaksud dengan “Muthawaah” adalah peristiwa terjadi yang disebabkan oleh pekerjaan dari fi’il muta’addi seperti pada contoh diatas.

2). Bab Ifti’al (بَابُ الِإفْتِعَالْ)
Kalimat fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap fi’il yang ikut wazan إِفْتَعَلَ dan memiliki faidah muthowa’ah dari wazan فَعَلَ. Seperti: جَمَعْتُ اَلْإِبِلَ فَاجْتَمَعَ (saya mengumpulkan unta, kemudian mereka berkumpul).

3). Bab If’ilal (بَابُ الْإِفْعِلاَل)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَلَّ dan memiliki faidah untuk menujjukan bahwa fa’ilnya telah masuk pada suatu sifat. Seperti: إِحْمَرَّ البُسْرُ (buah kurma itu telah merah) atau berfaidah untuk melebih-lebihkan seperti: إِسْوَدَّ اللَّيْلُ (sangat gelap malam itu).

Ket: “Kalimat fi’il yang ikut bab ini adalah khusus kalimat fi’il yang menujjukan arti warna atau cacat”.

4). Bab Tafa’ul (بَابُ تَفَعُّل)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan تَفَعَّلَ dan berfaidah mutowa’ahnya fi’il wazan فَعَّلَ. Seperti: كَسَّرْتُ الزُّجَّاجَ فَتَكَسَّرَ (saya memecahkan kaca, dan kemudian kaca itu pecah). Atau berfaidah Takalluf (melakukan pekerjan yang melebihi batas dari kemampuan atau kekuatannya). Seperti: تَشَجَّعَ زَيْدٌ (Zaid memberanikan diri).

5). Bab Tafaaul (بَابُ التَّفَاعُل)
Yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan تَفَاعَلَ dan berfaidah musyarokah (persekutuan antara dua orang atau lebih). Seperti: تَصَالَحَ الَقَوْمُ (kaum itu saling berdamai). Atau berfaidah untuk menampakkan sesuatu yang tidak terjadi (berpura-pura). Seperti: تَمَارَضَ زَيْدٌ (Zaid pura-pura sakit)

وَافْعَوَّلَ افْعَنْلىَ يَلِيْهِ افْعَنْلَلَ(13)ثُمَّ السُّدَاسِي اسْتَفْعَلَ وَافْعَوْعَلَ
………………………………..(14)وَافْعَالَّ مَا قَدْ صَاحَبَ اللاَّمَيْنِ
Terjemah:
Fi’il tsudasi (memiliki 6 bab) yakni mengikuti wazan اسْتَفْعَلَ atau افْعَوْعَلَ atau افْعَوَّلَ atau افْعَنْلىَ yang diikuti oleh wazan افْعَنْلَلَ dan افْعَالَّ yang disertai dengan dua lam.

Penjelasan Syarah:
Fi’il tsulasi apabila ditambah tiga huruf maka ia disebut dengan fi’il tsulasi mazid tsudasi (fi’il tsudasi). Dan fi’il ini memiliki 6 bab ialah sebagai berikut:

1). Bab Istif’al (بَابُ الإِسْتِفْعَالْ)

Kalimat fi’il yang masuk pada bab ini adalah setiap fi’il yang ikut wazan إِسْتَفْغَلَ dan memiliki faidah diantaranya adalah permintaan fa’il (subyek) kepada maf’ul (obyek). Seperti: أَسْتَغْفِرُ اللّهَ (saya meminta ampun kepada Allah).

2). Bab If’auala (بَابُ إِفْعَوْعَلَ)

Adapun kalimat yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَوْعَلَ dan memiliki faidah melebih-lebihkan. Seperti: إِعْشَوْشَبَ المَكَانُ (tempat itu sangat banyak rumputnya)

3). Bab If’awwala (بَابُ إِفْعَوَّلَ)

Adapun kalimat yang masuk pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَوَّلَ dan memiliki faidah melebih-lebihkan fi’il lazim. Seperti: إِجْلَوَّدَ الإِبِلُ (unta itu berjalan sangat cepat).

Ket: Yang dimaksud dari fi’il lazim adalah kalimat fi’il yang tidak membutuhkan maful (sasaran pekerjaan).

4). Bab If’anla (بَابُ الإِفْعَنْلَى)

Yang ikut bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَنْلَى. Seperti: إِسْلَنْقَى زَيْدٌ (Zaid tidur terlentang).

5). Bab إِفْعَنْلَلَ

Yang ikut bab ini adalah setiap kalimt fi’il yang mengikuti wazan إِفْعَنْلَلَ dan memiliki faidah melebih-lebihkan fi’il lazim. Seperti: إِقْعَنْسَسَ الرَّجُلُ (pria itu sangat menonjol keluar dadanya).

6). Bab إِفْعَالَّ

Yang ikut pada bab ini adalah setiap kalimat fi’il yang ikut wazan إِفْعَالَّ dan berfaidah melebih-lebihkan sifat pada fa’il. Seperti: إِصْفَارَّ المَوْزُ (pisang itu sangat kuning)

زَيْدُ الرُّبَاعِيِّ عَلىَ نَوْعَيْنِ(14)……………………………….
ثُمَّ الْخُمَاسِي وَزْنُهُ تَفَعْلَلَ(15)ذِيْ سِتَّةٍ نَحْوُ إفْعَلَلَّ إفْعَنْلَلَ
Terjemah:
Fi’il ruba’i mazid ada dua macam: Pertama, fi’il yang memiliki 6 huruf seperti إفْعَلَلَّ dan إفْعَنْلَلَ. Kedua, berupa fi’il khumasi wazanya adalah تَفَعْلَلَ.

Penjelasan Syarah:
Fi’il ruba’i mazid adalah fi’il ruba’i mujarrad (empat huruf) yang diberi tambahan satu atau dua huruf. Dan fi’il ini dibagi menjadi 2 bagian:

1). Fi’il ruba’i mazid khumasi, yakni apabila ditambah satu huruf saja. Dan fi’il ini hanya memiliki satu bab yakni ikut wazan تَفَعْلَلَ seperti: تَلَأْ لَأَ الُّجَاجُ (kaca itu berkilau). Diantara faidahnya ialah untuk muthowa’ah. Seperti: دَحْرَجَ الحَجَرَ فَتَدَحْرَجَ (saya menggulingkan batu, kemudian batu itu menggelinding).

2). Fi’il ruba’i mazid tsudasi, yakni apabila mendapat tambahan dua huruf. Dan babnya hanya ada dua yakni setiap fi’il yang ikut wazan dibawah ini:

  1. Wazan إِفْعَلَلَّ, contoh: إِقْشَعَرَّ الجِلْدُ (kulit itu sangat mengkerut)
  2. Wazan إِفْعَنْلَلَ, contoh: إِحْرَنْجَمَ الإِبِلُ (unta-unta itu berkumpul)

Demikianlah uraian tentang terjemah nadhom maqsud fasal fi’il tsulasi mazid beserta penjelasan syarahnya. Semoga bermanfaat!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan update artikel Terbaru dari PediaNusantara.com.

Pos terkait