PEDIANUSANTARA.com – Istilah santri seringkali diartikan dengan individu yang mendalami ilmu agama Islam, beribadah dengan sungguh-sungguh, atau dikenal sebagai pribadi yang saleh. Namun, tahukah Anda bahwa makna santri ternyata lebih luas dan mendalam dari sekadar definisi tersebut? Mari kita telusuri lebih jauh.
Secara etimologi, kata santri dalam aksara Arab pegonnya itu terdiri dari huruf sin (س), nun (ن), ta’ (ت), ra’ (ر), dan ya’ (ي). Huruf-huruf ini memiliki arti ialah sebagai berikut:
- Sin artinya Salik ilal-Akhirah (menempuh jalan spiritual menuju akhirat).
- Nun artinya Na-ib ‘anil Masyayikh (penerus para guru).
- Ta’ artinya Tarik ‘anil Ma’ashi (meninggalkan maksiat).
- Ra’ artinya Raghib ilal khayr (selalu mengharap kebaikan).
- Ya’ artinya Yarjus Salamah (optimis terhadap keselamatan).
Perluasan Makna Santri
Seiring berjalannya waktu, makna santri mengalami perluasan. Dulu, sebutan ini memang lazim digunakan untuk orang yang menimba ilmu di pondok pesantren. Namun, para tokoh ulama dan pemimpin bangsa memberikan perspektif yang lebih luas.
KH. Mustofa Bisri, atau yang akrab disapa Gus Mus, pernah menyampaikan bahwa santri bukanlah hanya mereka yang pernah mondok di pesantren. Beliau menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki akhlak seperti santri, dialah santri. Pandangan ini tentu saja memberikan nafas segar bagi banyak orang yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan di pesantren, namun memiliki budi pekerti luhur.
Senada dengan Gus Mus, Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, juga menggaris bawahi hal serupa. Beliau menyatakan bahwa santri tidak hanya terbatas pada mereka yang tinggal di pondok pesantren dan mengaji kitab kuning. Lebih dari itu, santri adalah mereka yang meneladani para kiai dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj, mendifinisikan santri adalah ummat yang menerima ajaran Islam dari para kiai, dan para kiai itu belajar Islam dari guru-gurunya yang tersambung sama nabi Muhammad. Santri menerima Islam dan Menyebarkannya dengan pendekatan budaya yang berakhlakul karimah, bergaul sesama dengan baik.
Mentri Agama Republik Indonesia 2014-2019 Lukman Hakim Syaifuddin mengemukakan bahwa santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam dan menebarkan kedamaian kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
update berita terbaru setiap hari





